Formalization of inquiry-based learning in Kurikulum Merdeka and Ontario Curriculum: A comparative analysis of social studies curricula
DOI:
https://doi.org/10.17509/curricula.v5i2.650Keywords:
inquiry, Kurikulum Merdeka, Ontario Curriculum, social studiesAbstract
The low 2022 PISA scores for Indonesia in literacy and reasoning have catalyzed national curriculum transformation through the implementation of Kurikulum Merdeka. This study aims to analyze the synchronization and characteristics of inquiry formalization in the Kebijakan Kurikulum IPS Indonesia (Panduan 2025) and compare them with those of the Ontario Curriculum 2023 in Canada. The rationale for this research is to provide a theoretical and practical foundation for strengthening the implementation of inquiry process skills to address the learning crisis. The research method employed is a comparative study using content analysis of the curriculum policy documents of both countries as secondary data sources. Research findings indicate a significant methodological convergence, whereas Indonesia has begun adopting systematic inquiry steps aligned with international standards. However, differences exist in the degree of autonomy. Ontario Curriculum positions inquiry as a standalone framework for critical issues, while Indonesia remains in a transitional phase, emphasizing teacher guidance and local wisdom. This study concludes that the formalization of inquiry is a crucial instrument for pedagogical transformation, yet it requires strengthening in the evaluation of source credibility and in students' methodological independence.
Abstrak
Rendahnya skor PISA 2022 Indonesia dalam literasi dan penalaran menjadi katalisator transformasi kurikulum nasional melalui penetapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinkronisasi dan karakteristik formalisasi inkuiri dalam Kebijakan Kurikulum IPS Indonesia (Panduan 2025) dengan membandingkannya dengan The Ontario Curriculum 2023 di Kanada. Alasan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk memberikan landasan teoretis dan praktis dalam memperkuat implementasi keterampilan proses inkuiri guna mengatasi krisis pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi komparatif dengan pendekatan analisis isi terhadap dokumen kebijakan kurikulum kedua negara sebagai sumber data sekunder. Temuan penelitian menunjukkan adanya konvergensi metodologis yang signifikan, di mana Indonesia mulai mengadopsi langkah-langkah inkuiri sistematis yang selaras dengan standar internasional. Namun, terdapat perbedaan dalam derajat otonomi. Ontario Curriculum menempatkan inkuiri sebagai struktur mandiri untuk isu-isu kritis, sementara Indonesia masih berada dalam fase transisi yang menekankan panduan guru dan kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa formalisasi inkuiri merupakan instrumen krusial dalam transformasi pedagogi, namun memerlukan penguatan pada aspek evaluasi kredibilitas sumber dan kemandirian metodologis murid.
Kata Kunci: ilmu pengetahuan sosial; inkuiri; Kurikulum Merdeka; Ontario Curriculum
References
Anggraeni, I., Firmansyah, F. H., Ramadhina, R. A., & Faza, N. N. (2022). Urgensi kecakapan pembelajaran abad 21 model inkuiri pada siswa SMK kompetensi keahlian multimedia. Jurnal Taman Vokasi, 10(1), 81-89.
Azzahra, F., Permana, H., Fitriani, L., Putri, R. M., & Wulandari, S. (2022). Approaches and models development of 2013 Curriculum and Merdeka Curriculum. Curricula: Journal of Curriculum Development, 1(2), 189-204.
Basri, W., & Rahmi, T. S. (2023). Kendala guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPS tingkat sekolah menengah pertama. Journal of Moral and Civic Education, 7(1), 1-16.
Cantika, V. M., Khaerunnisa, L., & Yustikarini, R. (2022). Merdeka Curriculum implementation at Wonoayu 1 Junior High School as Sekolah Penggerak. Curricula: Journal of Curriculum Development, 1(2), 175-188.
Celik, I., Gedrimiene, E., Siklander, S., & Muukkonen, H. (2024). The affordances of artificial intelligence-based tools for supporting 21st-century skills: A systematic review of empirical research in higher education. Australasian Journal of Educational Technology, 40(3), 19-38.
Chen, F., & Chen, G. (2025). Learning analytics in inquiry-based learning: A systematic review. Educational Technology Research and Development, 73(4), 2131-2161.
Fitrianto, I., & Farisi, M. (2025). Integrating local wisdom into 21st century skills: A contextual framework for culturally relevant pedagogy in rural classrooms. International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning, 3(2), 109-121.
Gunawan, A. (2022). Implementasi dan kesiapan guru IPS terhadap Kurikulum Merdeka Belajar. Kompleksitas: Jurnal Ilmiah Manajemen, Organisasi dan Bisnis, 11(2), 20-24.
Hidayat, R. K., Sahidu, H., & Gunada, I. W. (2022). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing terintegritas dengan karakter untuk meningkatkan pemahaman konsep Fisika peserta didik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(2), 285-291.
Houghton, D., Soles, G., Vogelsang, A., Irvine, V., Prince, F., Prince, L., Martin, C., Restoule, J.-P., & Paskevicius, M. (2022). Truth and reconciliation through inquiry-based collaborative learning. The Open/Technology in Education, Society, and Scholarship Association Conference, 2(1), 1-8.
Irawati, D., Masitoh, S., & Nursalim, M. (2022). Filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai landasan pendidikan vokasi di era kurikulum merdeka. Jupe: Jurnal Pendidikan Mandala, 7(4), 1015-1025.
Karn, S., Llewellyn, K. R., & Clark, P. (2024). Decolonizing history curricula across Canada: recommendations for (re)design. Canadian Journal of Education/Revue Canadienne de l’éducation, 47(4), 1090-1121.
Mahrunnisya, D. (2023). Keterampilan pembelajar di abad ke-21. Jupenji: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia, 2(1), 101-109.
Martinez, C. (2022). Developing 21st century teaching skills: a case study of teaching and learning through project-based curriculum. Cogent Education, 9(1), 1-16.
Moundridou, M., Matzakos, N., & Doukakis, S. (2024). Generative AI tools as educators’ assistants: designing and implementing inquiry-based lesson plans. Computers and Education: Artificial Intelligence, 7(1), 1-16.
Paillin, B., Prastiti, T. D., & Ramdhani, S. (2024). Pengembangkan keterampilan berpikir kritis dan solusi masalah matematika melalui problem based learning. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 1225-1242.
Panjaitan, A., & Siregar, T. J. (2024). Peningkatan kemampuan representasi matematis siswa melalui model pembelajaran berbasis inkuiri berbantuan software GeoGebra. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 7(5), 901-912.
Rahmasari, K., Sundawa, D., & Ratmaningsih, N. (2025). Pengaruh model rational building terhadap literasi digital dan berpikir kritis siswa pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(2), 1989-2000.
Rajaba, A. N., Rizkyani, R. Z., Asy-Syifaa, S., & Nugraha H. (2025). The effectiveness of Kurikulum 2013 and Kurikulum Merdeka: analysis in vocational high school. Curricula: Journal of Curriculum Development, 4(1), 113-128.
Roy, P. (2025). Citizenship education and exclusion: an analysis of authorized history textbooks and children’s books in Ontario, 1866-1950. Encounters in Theory and History of Education, 26(1), 193-219.
Ruhushandy, I. E., Ahmadin, & Kamaruddin, S. A. (2024). Kolaborasi guru dan stakeholder dalam pengembangan kurikulum IPS: sebuah analisis. Peshum: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(1), 1238-1244.
Rustiyani, A., & Mardiana, U. (2025). Relevansi pedagogis Kurikulum Merdeka terhadap pengembangan pendidikan ilmu sosial di Indonesia. Journal of Educational Research and Learning Analytics, 1(2), 94-111.
Sari, W. N., & Faizin, A. (2023). Pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 954-960.
Setianingsih, A., Widiastuti, A., Wijayanti, A. T., & Suranto. (2026). The effectiveness of using wordwalls to improve students’ understanding of Indonesian cultural diversity material. JIPI: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika, 11(1), 407-416.
Sitorus, I. N., Wardana, A., Widiastuti, A., & Wijayanti, A. T. (2025). Master’s students’ perceptions of cultural diversity in junior high social studies textbooks. Inovasi Kurikulum, 22(3), 1447-1460.
Sulistyosari, Y., Karwur, H. M., Sultan, H., & Manado, U. N. (2022). Penerapan pembelajaran IPS berdiferensiasi pada kurikulum Merdeka Belajar. Harmony, 7(2), 66-75.
Syapurrohman, P., Nastiah, N. A., Rahmawati, L., & Ruslan, A. (2025). Inovasi pembelajaraan ilmu pengetahuan sosial untuk membangun karakter dan keterampilan abad-21 di sekolah. Syntax Idea, 7(2), 302-312.
Trisnani, E. E. (2025). Strategi Pembelajaran Inkuiri terhadap hasil belajar IPS siswa Madrasah Ibtidaiyyah. Jurnal Studi Pendidikan Dasar, 2(1), 60-80.
Vibrianti, D., Sunarti, T., & Zainuddin, A. (2023). Meta-analisis: Penelitian penerapan model pembelajaran inkuiri dengan penguasaan kompetensi literasi sains peserta didik pada pembelajaran Fisika. Inovasi Pendidikan Fisika, 12(2), 27-36.
Zhou, X. (2025). Balancing social integration and cultural diversity in the social studies curriculum: a case study of Ontario, Canada. The Journal of Social Studies Education in Asia, 14(1), 33-52.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tasya Lutfiah, Glori Sonata Damayanti Purba, Anik Widiastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

