A progressive curriculum model for dance training at the Sekolah Tari Jugala

Authors

  • Keiza Mufarihana Gunadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Heni Komalasari Universitas Pendidikan Indonesia
  • Tatang Taryana Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/curricula.v5i2.609

Keywords:

dance preservation, progressive curriculum, Sekolah Tari Jugala, structured learning

Abstract

As a non-formal institution, Sekolah Tari Jugala strives to maintain technical quality and philosophical values through a well-planned educational system. This study examines the implementation of a progressive curriculum at the Sekolah Tari Jugala as a strategic effort to preserve the authenticity of Jaipongan dance in the digital era. Using a qualitative descriptive method, data were gathered through participatory observation, in-depth interviews with managers and instructors, and documentation reviews. Data validity was ensured through source and method triangulation. The findings reveal that Sekolah Tari Jugala implements a tiered curriculum divided into three levels: Basic, Intermediate, and Advanced. Each level features specific repertoires, ranging from foundational movements to complex choreographies. The pedagogical approach focuses on face-to-face direct demonstrations and intensive physical drills, intentionally avoiding digital standardization to safeguard anatomical precision. Objective evaluations are held every four months, and students perform without stage costumes to allow for a meticulous assessment of torso alignment and leg stances. This systematic curricular structure effectively transforms traditional apprenticeship patterns into professional arts education. The consistency of conventional teaching methods, combined with rigorous mental conditioning, successfully produces dancers who possess not only artistic technicality but also strong mental resilience and cultural integrity amid modern societal changes.

 

Abstrak

Sebagai lembaga nonformal, Sekolah Tari Jugala berupaya menjaga kualitas teknik dan nilai-nilai filosofis melalui sistem pendidikan yang terencana. Penelitian ini mengkaji penerapan kurikulum progresif di Sekolah Tari Jugala sebagai strategi untuk melestarikan keaslian tari Jaipongan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengelola dan instruktur, serta tinjauan terhadap dokumentasi. Validitas data dikonfirmasi melalui triangulasi sumber dan metode. Temuan menunjukkan bahwa Sekolah Tari Jugala mengimplementasikan kurikulum progresif yang terbagi menjadi tiga tingkatan: Dasar, Menengah, dan Mahir. Setiap tingkatan memiliki materi spesifik, mulai dari tarian dasar hingga tarian mahir. Metode pembelajaran difokuskan pada demonstrasi langsung dan teknik drill fisik secara tatap muka, serta penolakan terhadap standardisasi digital untuk menjaga presisi gerakan tubuh. Evaluasi dilaksanakan secara objektif setiap empat bulan tanpa menggunakan kostum panggung untuk memantau detail gerakan badan dan kuda-kuda. Struktur kurikulum yang sistematis terbukti efektif dalam mengubah pola magang tradisional menjadi pendidikan seni yang profesional. Konsistensi dalam metode konvensional dan evaluasi mental yang ketat berhasil membentuk penari yang tidak hanya memiliki keterampilan seni tetapi juga ketahanan mental dan integritas budaya yang kuat di tengah perubahan zaman.

Kata Kunci: kurikulum progresif; pelestarian tari; pembelajaran terstruktur; Sekolah Tari Jugala

References

Afilla, M., Yanuar, A., & Siska, F. (2024). Strategi pembelajaran tari untuk anak di Sanggar Andari Kota Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 13(1), 165-173.

Agniawan, K. N., & Narawati, T. (2023). Pembelajaran Tari Seke pada tingkat kelas mahir di Sanggar Tari Dapur Seni Fitria Kota Cimahi. Panggung, 33(2), 239-251.

Atika, D., & Pradoko, A. M. S. (2023). Pembinaan tari sebagai peningkatan keterampilan di Sanggar Army Dance Performance (ADP) Surabaya. Jurnal Seni Tari, 12(1), 45-56.

Chen, D., & Chen, P.-F. (2025). The construction of competency indicators for dance education programs in Chinese Universities. Journal of Curriculum and Teaching, 14(4), 247-247.

Estiningtyas, E. P., Kusrini, S., Susasih, H., Negeri, S., & Tebo, K. (2023). Pembelajaran tari tradisi daerah dalam mengembangkan kecakapan budaya dan kreativitas di sekolah menengah: Sebuah pendekatan inovatif dalam pendidikan multikultural. Pijar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 1(3), 482-486.

Hidayati, A. N., Damayanti, W., Afifah, H. A., & Triana, T. Y. (2023). Kreativitas Sanggar Tari Mutiara Cimahi dalam Tari Pancasari. Gaung: Jurnal Ragam Budaya Gemilang, 1(1), 49-58.

HR, S., Wakia, N., & Aziz, M. B. (2024). Examining the concept of principles in curriculum development. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 18(1), 26-34.

Iskandar, K., Khusniyah, E., & Anam, S. (2021). Relevansi reward dan punishment dalam proses pembelajaran. Journal of Education and Religious Studies, 1(2), 70-75.

Jazuli, M., & Alam, S. (2020). From ritual to entertainment: The changing role of Barongan performance arts. Humanities and Social Sciences, 8(4), 496-506.

Kim, S., & Yoon, H. (2022). The socio-economic value of dance curricula in public education and creative industries. Arts Education Policy Review, 123(4), 211-226.

Komalasari, H., Barnas, B., & Sabaria, R. (2025). Deep learning in dance education: a strategy for instilling character values in today’s elementary school children. Jurnal Kependidikan, 11(3), 971-980.

Oktavia, D., Sukmayadi, Y., & Nugraheni, T. (2023). Kurikulum pembelajaran tari di Padepokan Surya Medal Putera Wirahma. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(3), 1649-1661.

Oktaviona, N., & Erawati, Y. (2025). Penerapan olah tubuh pada kegiatan ekstrakurikuler tari (Persembahan Melayu Riau) di MTs Masmur Pekanbaru Provinsi Riau TA 2024/2025. Advances in Education Journal, 2(1), 148-165.

Oktriani, D. R., Hufad, A., & Utami, N. F. (2023). Overcoming the character crisis in children: Strategies, outcomes, and evaluations of Bina Desa Program. Utamax: Journal of Ultimate Research and Trends in Education, 5(2), 152-165.

Pranoto, I., Ediantes, E., & Siahaan, V. D. (2023). Filsafat pendidikan sebagai konsep pengembangan kurikulum pendidikan seni di Indonesia. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 307-317.

Rachmawati, D., Nugraheni, T., Prawira, N. G., & Nurmeta, I. K. (2024). Pembelajaran seni tari di Rumah Budaya Sukuraga Kota Sukabumi: Etnografi praktik pendidikan seni non-formal. Dwija Cendekia: Jurnal Riset Pedagogik, 8(1), 126-135.

Rahmah, P. A., Arsyi, I. A., Ramadhani, M., & Muti'ah, R. (2025). Konsep dasar pedagogik: Kajian teoretis dan implikasinya dalam praktik pendidikan. Culture Education and Technology Research (Cetera), 2(4), 511-522.

Ramadhani, D. (2025). Nusantara artwork and its applications: a review of traditional art practices and contemporary innovations. Arty: Jurnal Seni Rupa, 14(1), 8-13.

Salvaggio, S. A. (2024). Psychological and motivational influences on performing artists and leaders. Center for Open Science, 4(1), 1-16.

Samaniego, M., Usca, N., Salguero, J., & Quevedo, W. (2024). Creative thinking in art and design education: A systematic review. Education Sciences, 14(2), 1-33.

Sholeh, M. I. (2023). Transparansi dan akuntabilitas dalam membangun citra positif melalui manajemen pendidikan yang berkualitas. Tadbiruna, 3(1), 43-55.

Simaremare, T. P., Harianja, S. I., Zahra, F. M., Septiardilla, F., Rohimin, M., & Sofyan, W. N. (2024). Penerapan pembelajaran kreatif dalam pelaksanaan pendidikan nonformal bagi anak usia dini di Suku Anak Dalam Desa Sekaladi. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(1), 1-16.

Sukma, N. U., Darminto, A. O., & Ilahi, R. (2025). Pelatihan senam line dance untuk menjaga kesehatan fisik dan mental Ibu PKK Desa Bonto Majannang. Bemas: Jurnal Bermasyarakat, 5(2), 321-329.

Supriatna, C., Rohayani, H., & Sabaria, R. (2021). Meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran active dabate tari melalui blended learning. Ringkang: Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari, 1(3), 25-33.

Suryani, N., & Evadila, E. (2025). Transformasi nilai Islami dalam pendidikan nonformal melalui Tari Zapin Pecah Dua Belas di Pekanbaru. Jurnal Metamorfosa, 13(1), 72-84.

Wandi, W., Mardiati, L., Nisa, A. K., Sabri, A., & Lubis, Y. (2025). Evaluasi dan akuntabilitas dalam manajemen pendidikan: Strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 3(1), 42-51.

Yanti, R., & Masunah, J. (2021). Peningkatan apresiasi Tari Nusantara melalui model blended learning di sekolah menengah pertama. Gondang, 5(1), 1-14.

Yonisa, T. (2025). Pembelajaran seni tari SD berbasis hybrid learning. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(2), 1757-1765.

Yuniartin, T., Astuti, E. H. T., & Alfinnas, H. (2024). Konsep evaluasi pendidikan dalam perspektif Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits. Incare, International Journal of Educational Resources, 5(4), 442-456.

Yusuf, M., Mutohar, P. M., & Fuadi, I. (2024). Aktualisasi nilai-nilai etik dalam membentuk efektifitas budaya organisasi lembaga pendidikan. Aksi, 3(1), 17-36.

Published

2026-06-26

How to Cite

Gunadi, K. M., Komalasari, H., & Taryana, T. (2026). A progressive curriculum model for dance training at the Sekolah Tari Jugala. Curricula: Journal of Curriculum Development, 5(2), 743-758. https://doi.org/10.17509/curricula.v5i2.609