Approaches and models development of 2013 Curriculum and Merdeka Curriculum
DOI:
https://doi.org/10.17509/curricula.v1i2.52034Keywords:
curriculum approaches, curriculum models, Kurikulum 2013, Kurikulum MerdekaAbstract
The approach used in curriculum development has differences in the delivery of education. This article aims to discover the models and approaches used in developing Kurikulum 2013 and Kurikulum Merdeka. The method used is library research. Curriculum development has changed from time to time, changes from various aspects of life, globalization, and changes in increasingly advanced technology. The model used in developing the 2013 curriculum combines the Ralph Tyler and Hilda Taba models. The approach used in developing the 2013 curriculum is a competencies-based curriculum and is thematic-integrative. At the same time, the model used in developing Kurikulum Merdeka uses a technological approach and social reconstruction. The curriculum development model used in Kurikulum Merdeka is The Systematic Action Research Model and Emerging Technical Models, which refer to changes in technology and science. The models and approaches used in developing the 2013 curriculum and Merdeka Curriculum are different. Curriculum development has challenges, so it must be able to adapt to various changes by learning to understand curriculum changes and the purpose of the curriculum.
Abstrak
Pendekatan yang digunakan pada kurikulum terdapat tantangan sehingga harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan, namun pengembangan kurikulum memiliki perbedaan dalam penyelenggaraan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui model dan pendekatan yang digunakan dalam pengembangan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Pengembangan kurikulum mengalami perubahan dari masa ke masa, perubahan dari berbagai aspek kehidupan, globalisasi, dan perubahan teknologi yang semakin maju. Model yang digunakan dalam pengembangan kurikulum 2013 adalah perpaduan antara model Ralph Tyler dan model Hilda Taba. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum 2013 adalah competencies-based curriculum dan bersifat tematik-integratif. Sedangkan model yang digunakan dalam pengembangan kurikulum merdeka adalah menggunakan pendekatan teknologi dan rekonstruksi sosial. Model pengembangan kurikulum yang digunakan dalam kurikulum merdeka adalah The Systematic Action Research Model serta Emerging Technical Models yang mengacu pada perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan. Model dan pendekatan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka berbeda. Pengembangan dengan belajar memahami adanya pergantian kurikulum dan tujuan dari hadirnya kurikulum.
Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; Kurikulum 2013; Model Kurikulum; Pendekatan Kurikulum
References
Abdurahman, A., Ruhyadi, S. G. S. A., & Binasdevi, M. (2022). Implementasi model Project Based Learning (PJBL) dalam penerapan kurikulum merdeka belajar di kelas tinggi MI/SD. Al-Ibanah, 7(2), 1–9.
Ahmad, A., Ardian, E., Muthalib, A., IP, E. S., & Khairuddin, K. (2022). Pelatihan model pengembangan kurikulum 2013. Abdimasy: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 56-62.
Ahmad, A., Rifda, R. & Syahril. (2022). Pengembangan kurikulum dan karakter belajar siswa. Alacrity: Journal of Education, 2(1), 80–87.
Aisyah, S., & Astuti, R. (2021). Analisis mengenai telaah kurikulum K-13 pada jenjang sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 6120-6125.
Awwaliyah, R. (2019). Pendekatan pengelolaan kurikulum dalam menciptakan sekolah unggul. Insania, 24(1), 35–52.
Baharuddin, M. R. (2021). Adaptasi kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (fokus: Model MBKM program studi). Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 4(1), 195–205.
Bisri, M. (2020). Komponen-komponen dan model pengembangan kurikulum. Prosiding Pascasarjana IAIN Kediri, 3, 99–110.
Daud, R. M. (2020). Pendekatan pengembangan kurikulum pendidikan di Aceh. Pionir: Jurnal Pendidikan, 9(1), 106-126.
Dewi, D. (2019). Pengembangan kurikulum di Indonesia dalam menghadapi tuntutan abad ke-21. As-Salam, 8(1), 1–22.
Hamdi, S., Triatna, C., & Nurdin, N. (2022). Kurikulum merdeka dalam perspektif pedagogik. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 7(1), 10–17.
Handayani, P. (2020). Model pengembangan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan merdeka belajar mahasiswa politeknik. Prosiding The Industrial Research Workshop and National Seminar, 11, 1207–1212.
Hidayani, M. (2017). Model pengembangan kurikulum. At-Ta’lim, 16(2), 375–394.
Hidayat, T., Firdaus, E., & Somad, M. (2019). Model pengembangan kurikulum Tyler dan implikasinya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah. Potensia: Jurnal Kependidikan Islam, 5(2), 197–218.
Huda, N. (2019). Pendekatan–pendekatan pengembangan kurikulum. Pendidikan Islam, 2(2), 175–197.
Indarta, Y., Jalinus, N., Waskito, W., Samala, A. D., Riyanda, A. R., & Adi, N. H. (2022). Relevansi kurikulum merdeka belajar dengan model pembelajaran abad 21 dalam perkembangan era society 5.0. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 3011–3024.
Isa, I., Asrori, M., & Muharini, R. (2022). Peran kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(6), 9947-9957.
Kurniati, P., Kelmaskouw, A. L., Deing, A., Bonin, B., & Haryanto, B. A. (2022). Model proses inovasi kurikulum merdeka implikasinya bagi siswa dan guru abad 21. Jurnal Citizenship Virtues, 2(2), 408–423.
Maghfiroh, N., & Sholeh, M. (2022). Implementasi kurikulum merdeka belajar kampus merdeka dalam menghadapi era disrupsi dan era society 5.0. Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, 9(5), 1185–1196.
Marisa, M. (2021). Inovasi kurikulum “merdeka belajar” di era society 5.0. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora, 5(1), 66–78.
Masdiono, M. (2017). Desain pengembangan kurikulum pendidikan dasar. Bada’a: Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1), 44-53.
Nurcahyo, L. (2020). Pendekatan konsep merdeka belajar dalam pembelajaran seni rupa di era industri 4.0. Seminar Nasional Seni dan Desain 2020, 1(1), 143 150.
Prasetyo, A. R., & Hamami, T. (2020). Prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum. Palapa, 8(1), 42-55.
Rasyid, M. D., & Pabbajah, M. T. H. (2021). Manajemen pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam dalam perspektif pendidikan multikultural di MAN 3 Sleman. Educandum, 7(2), 219-229.
Samsiyah, N., & Fajar, A. (2021). Pengaruh multimedia interaktif terhadap prestasi belajar siswa kelas IV sekolah dasar. Journal of Integrated Elementary Education, 1(1), 28-36.
Sopiansyah, D., Masruroh, S., Zaqiah, Q., & Erihadiana, M. (2022). Konsep dan implementasi kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 4(1), 34–41.
Subandi. (2014). Pengembangan kurikulum 2013 (studi analitis dan subtantif kebijakan kurikulum nasional). Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 1(1), 18–36.
Suherman, A., Maskur, M., Hermanto, O., Maulana, A., & Mulyana, W. (2021). Building the character of Pancasila students through the independent curriculum. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE), 2(2), 46-54.
Suryaman, M. (2020). Orientasi pengembangan kurikulum merdeka belajar. Prosiding Seminar Daring Nasional: Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar, 1(1), 13–28.
Taufik, A. (2019). Pengembangan kurikulum pendidikan Islam. El-Ghiroh: Jurnal Studi Keislaman, 17(2), 81-102.
Vhalery, R., Setyastanto, A. M., & Leksono, A. W. (2022). Kurikulum merdeka belajar kampus merdeka: Sebuah kajian literatur. Research and Development Journal of Education, 8(1), 185–201.
Yusuf, F. (2021). The independent campus program for higher education in Indonesia: The role of government support and the readiness of institutions, lecturers, and students. Journal of Social Studies Education Research, 12(2), 280-304.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Fahira Azzahra, Hadi Permana, Lulu Fitriani, Rida Maulida Putri, Suci Wulandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

