The utilization of goat manure waste into organic fertilizer to support sustainable agriculture
DOI:
https://doi.org/10.17509/dedicated.v4i1.614Keywords:
cayenne pepper, fermentation, goat dung, sustainable agriculturerAbstract
Reliance on chemical fertilizers in Petungsewu Village, Wagir District, has led to a decline in land quality, threatening the sustainability of local agriculture. On the other hand, the abundant goat manure waste has not been utilized optimally and tends to pollute the environment. This community service activity aims to educate and train the People's Forest Farmers Group (KTHR) in producing organic fertilizers through accelerated fermentation techniques using bioactivators. The methods used are technical assistance and direct practice of fertilizer manufacturing with control of moisture and aeration parameters. The results of the activity showed that within three weeks, goat manure waste was successfully transformed into mature organic fertilizer with physical characteristics of being crumbly, dark in color, and free of an ammonia odor. Application tests on cayenne pepper plants, the leading commodity in the Wagir region, showed a more stable increase in vegetative growth than with conventional chemical fertilizers. In addition to improving soil chemistry, this initiative has a positive economic impact by reducing farmers' production costs. Overall, this independent waste treatment is a sure strategy in supporting sustainable agriculture and fertilizer independence at the village level.
Abstrak
Ketergantungan pada pupuk kimia di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, telah memicu penurunan kualitas lahan yang mengancam keberlanjutan pertanian lokal. Di sisi lain, limbah kotoran kambing yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi serta melatih Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) dalam memproduksi pupuk organik melalui teknik fermentasi yang dipercepat dengan menggunakan bioaktivator. Metode yang digunakan adalah pendampingan teknis dan praktik langsung pembuatan pupuk dengan kontrol parameter kelembapan dan aerasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dalam waktu tiga minggu, limbah kotoran kambing berhasil ditransformasi menjadi pupuk organik matang dengan karakteristik fisik yang lemah, berwarna gelap, dan tidak berbau amoniak. Uji aplikasi pada tanaman cabai rawit sebagai komoditas unggulan wilayah Wagir menunjukkan peningkatan pertumbuhan vegetatif yang lebih stabil dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia konvensional. Selain memperbaiki sifat kimia tanah, inisiatif ini memberikan dampak ekonomi positif berupa efisiensi biaya produksi bagi para petani. Secara keseluruhan, pengolahan limbah mandiri ini menjadi strategi jitu untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan kemandirian pupuk di tingkat desa.
Kata Kunci: cabai rawit; fermentasi; kotoran kambing; pertanian berkelanjutan
References
Abdul-Hafeez, E. Y., Al-Rashidi, K. R., & Motawei, M. I. (2026). Synergistic effects of vermicompost and humic acid on growth, biomass, and essential oil quality of basil (Ocimum basilicum L.). HortScience, 61(4), 749-760.
Afandi, I., Adda, H. W., & Parawati, N. M. S. (2023). Pengelolaan limbah ternak kambing untuk meningkatkan ekonomi keluarga di Desa Karawana. Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif, 1(2), 144-153.
Anam, M., Wisudawati, R., Arum, N., & Faizin, M. (2025). Pemanfaatan limbah ternak Desa Tanggungan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Israfil: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 109-121.
Aulia, A. H., & Suntari, R. (2023). Efek aplikasi pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K terhadap sifat kimia tanah, serapan P, pertumbuhan dan produksi sawi hijau (Brassica juncea l.) di Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 10(2), 499-507.
Azuka, C. V., & Idu, M. C. (2022). Effect of organic manures application on soil physicochemical properties of coarse-textured ultisol and okra productivity in Nsukka, Southeastern Nigeria. Agricultural Science Digest, 42(2), 145-151.
EL-Dkeshy, M. H. Z., Abbas, H., Abdalla, R., & Kandeel, N. N. (2022). Evaluation of the efficiency of various organic fertilizers on the growth and head yield of cabbage. Assiut Journal of Agricultural Sciences, 53(2), 118-129.
Gamage, A., Gangahagedara, R., Gamage, J., Jayasinghe, N., Kodikara, N., Suraweera, P., & Merah, O. (2023). Role of organic farming for achieving sustainability in agriculture. Farming System, 1(1), 1-14.
Gomes, F. Y., Masdi, J., & Harunisa, J. (2024). Evaluating the impact of organic fertilizers on crop yields, soil health, and environmental sustainability in agriculture. Jurnal Sosial, Sains, Terapan dan Riset (Sosateris), 13(1), 13-22.
Gugalia, G. (2021). A sustainable agriculture: organic farming: a review. Bhartiya Krishi Anusandhan Patrika, 36(3), 204-207.
Halawa, N., Duha, F. A., Waruwu, A. S., Waruwu, L. P., Laoli, A., Giawa, B. B. A., ... & Zebua, H. P. (2025). Analisis perbandingan efektifitas pupuk kimia dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai. Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian dan Teknologi dalam Ilmu Tanaman, 2(1), 246-256.
Ikhwal, R. R., Hidayatai, N., & Arfianto, F. (2026). Efek aplikasi pupuk organik kamping dan NPK 16-16-16 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di lahan berpasir. Agrisaintifika, 10(1), 30-39.
Kim, S. R., Lee, S. C., Jung, J. W., Park, S. H., Hong, S. H., Lee, B. O., Choi, H. S., & Lee, M. G. (2023). Characteristics of compost produced from Hanwoo (Korean native cattle) farm. Journal of Animal Environmental Science, 25(1), 22-28.
Kumari, G., Bokado, K., & Kaur, M. (2023). Organic farming and its self-sustaining capability: a review. Journal of Namibian Studies, 33(1), 2324-2339.
Liu, H., Chen, J., Fu, L., Chen, H., Yang, Y., Wang, W., Wang, Z., Wan, Z., & Yin, M. (2025). Effects of different combinations of organic fertilizers on the yield and quality of four leafy vegetables. Scientific Reports, 15(1), 1-12.
Manisha, A. P., Saloni, G., Mallika, K., Charu, D. R., & Jasleen, K. (2025). Organic farming: a strategy for a sustainable and secure food system. Plant Science Today, 12(3), 1-17.
Maula, I. M. (2023). Pengelolaan limbah pertanian: pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik. Action Research Literate, 7(1), 70-76.
Oyebiyi, O. O., Laezza, A., Hoque, M. M., Thammavongsa, S., Li, M., Tsipas, S., Tasiopoulos, A. J., Scopa, A., & Drosos, M. (2026). Organic amendments for sustainable agriculture: effects on soil function, crop productivity and carbon sequestration under variable contexts. C: Journal of Carbon Research, 12(1), 1-48.
Pezzolla, D., Cucina, M., Proietti, P., Calisti, R., Regni, L., & Gigliotti, G. (2021). The use of new parameters to optimize the composting process of different organic wastes. Agronomy, 11(10), 1-16.
Prasteyo, A. F., Purwoto, P., & Suryadi, U. (2021). Pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai pupuk organik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan, 6(2), 192-201.
Rahmayanti, Y., Ummah, B. H., Merdana, I. N., Al Ziddan, M. R., Jumkhairatul, L., Nabilla, R., ... & Akbar, B. P. (2023). Pemanfaatan kotoran ternak sebagai bahan pupuk organik guna meningkatkan kualitas lahan pertanian Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 6(2), 116-120.
Rhofita, E. I. R. (2022). Optimalisasi sumber daya pertanian Indonesia untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(1), 82-100.
Rizki, S. N., Hayati, R., & Widiarso, B. (2025). Pemberian kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K terhadap serapan hara N, P, K serta hasil tanaman jagung (Zea mays L.) di Tanah Ultisol. Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, 11(2), 89-98.
Rohmaniah, S. A., Rohmah, A. M., Afif, M., & Nur, M. (2021). Pemanfaatan kotoran kambing menjadi pupuk organik padat. Jurnal Bakti Kita, 2(2), 21-26.
Sarkar, J. D., Sarkar, A. K., & Lal, S. P. (2023). A critical review of vermi-composting in urban and peri-urban waste management apropos robust environment. Journal of Agricultural Extension Management, 24(2), 53-62.
Simanjuntak, J. F., Agustina, C., & Rayes, M. L. (2020). Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman cabai rawit di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(1), 259-271.
Susanto, C. B., & Kurniawan, S. (2020). Pengaruh aplikasi kompos kotoran kambing dengan residu urea-humat terhadap unsur P, K serta pertumbuhan okra (Abelmoshus esculentus L.) pada Entisol, Wajak Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(1), 101-106.
Teressa, D., Kibret, K., Dechasa, N., & Wogi, L. (2024). Soil properties and nutrient uptake of maize (Zea mays) as influenced by mixed manure and blended inorganic fertilizer in Haramaya district, eastern Ethiopia. Heliyon, 10(16), 1-21.
Ukamaka, E. U. (2023). Effects of planting method and different nutrient sources on the yield, growth and quality of Amaranthus species in Northern Guinea Savanna Zone of Nigeria. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 141(9), 40-49.
Wen, Y. C., Li, H. Y., Lin, Z. A., Zhao, B. Q., Sun, Z. Bin, Yuan, L., Xu, J. K., & Li, Y. Q. (2020). Long-term fertilization alters soil properties and fungal community composition in fluvo-aquic soil of the North China Plain. Scientific Reports, 10(1), 1-11.
Yulianingsih, R. (2019). Pemberian pupuk organik cair kotoran kambing dalam meningkatkan hasil terung (Solanum melongena, L.). Piper, 29(15), 233-238.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fikri Aulia, Wikan Budi Utami, Indira Gayatri Dian Pramesti, Febrian Rizalul Amin, Ilva Vidiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




