Grak Ompimpah implementation for accelerating stunting reduction in Padasuka Village

Authors

  • Riva Ananda Putri Universitas Pendidikan Indonesia
  • Jihan Nabilah Putri Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/dedicated.v2i1.62228

Keywords:

environmental health, grak ompimpah, stunting

Abstract

 This article explores the Cimahi People's Movement to Sort Waste (Grak Ompimpah), a community program endorsed by the Cimahi City government. Aligned with environmental health, a key stunting risk factor, the initiative targets stunting reduction in the Padasuka Village area. It can be the first step in accelerating the reduction of stunting rates, especially in the Padasuka Village area. Through this program, the government expects the emergence of public awareness in carrying out a clean lifestyle, especially in daily waste management behavior. With proper waste management, a cleaner and healthier environment will be created. These changes can certainly have a good impact, especially on children's health, which will also impact the child development process. The method used in writing this article is a qualitative research method with a descriptive case study approach which aims to provide an overview or description of the implementation of the Grak Ompimpah program in the RW 20 area of Padasuka Village. Analysis reveals the program's success in fostering a healthier environment. In conclusion, prioritizing environmental health is crucial in accelerating stunting reduction efforts, with effective waste management representing a tangible starting point.

 

Abstrak

Artikel ini membahas tentang bagaimana pengimplementasian sebuah program kemasyarakatan yang digalakan oleh pemerintah Kota Cimahi yaitu Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah (Grak Ompimpah). Program ini memiliki kaitan erat terhadap salah satu faktor utama risiko stunting yaitu kesehatan lingkungan. Sehingga dapat menjadi langkah awal dalam percepatan penurunan angka stunting khususnya di wilayah Kelurahan Padasuka. Melalui program ini, pemerintah mengharapkan timbulnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan pola hidup bersih khususnya pada perilaku pengelolaan sampah sehari-hari. Dengan pengelolaan sampah yang tepat, maka akan tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Perubahan tersebut tentu dapat memberikan dampak yang baik khususnya pada kesehatan anak yang akan turut berdampak pada proses tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus yang bertujuan dapat memberikan gambaran atau deskripsi mengenai implementasi program Grak Ompimpah di wilayah RW 20 Kelurahan Padasuka. Berdasarkan hasil analisis program ini telah memberikan dampak yang cukup baik terhadap terciptanya lingkungan yang lebih sehat. Dapat disimpulkan bahwa kesehatan lingkungan menjadi salah satu faktor utama yang penting untuk diperhatikan dalam upaya percepatan penurunan stunting, salah satu langkah kecil yang dapat dimulai adalah pengelolaan sampah.

Kata Kunci: grak ompimpah; kesehatan lingkungan; stunting

References

Achmad, W. (2022). Social reality stunting prevention in Cianjur district. Jurnal EduHealth, 13(2), 467-477.

Agitiya, T. W., & Tivany, T. (2023). Penguatan 5 pilar dalam upaya penurunan stunting di Kelurahan Simokerto Kota Surabaya. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(3), 3111-3116.

Andesta, D. (2018). Analisis kebutuhan anak usia dasar dan implikasinya dalam penyelenggaraan pendidikan. JIP (Jurnal Ilmiah PGMI), 4(1), 82-97.

Avery, C., Bossert, W., Clark, A., Ellison, G., & Ellison, S. F. (2020). An economist’s guide to epidemiology models of infectious disease. Journal of Economic Perspectives, 34(4), 79-104.

Bagaskara, R., & Putra, A. (2020). Implementasi hierarchy of needs pada keluarga dalam pembentukan kepribadian anak era milenial. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr, 9(1), 109-120.

Buheji, M., & Buheji, B. (2024). Mitigating risks of slow children development due to war on Gaza 2023. International Journal of Psychology and Behavioral Sciences, 14(1), 11-21.

Ernawati, R., Nurjanah, M., & Wahyuni, T. (2024). The correlation of environmental sanitation with stunting incidents in school-age children. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(2), 553-564.

Fajri, F. F. (2021). Faktor maternal pada kejadian stunting. Jurnal Medika Hutama, 2(4), 1031-1035.

Fitrauni, R., Muchlis, N., & Arman, A. (2022). Strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sigi. Journal of Muslim Community Health, 3(4), 193-209.

Handayani, R., Yaumas, N. E., & Mardiana, P. D. (2023). Phenomenology of parenting patterns in forming children's character in muslim families. Ahlussunnah: Journal of Islamic Education, 2(3), 126-133.

Hendrayati, H., & Asbar, R. (2018). Analisis faktor determinan kejadian stunting pada balita usia 12 sampai 60 bulan. Media Gizi Pangan, 25(1), 69-76.

Lubis, D. R., Chairiyah, R., & RA, M. Y. (2024). Pemberdayaan keluarga untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak bebas stunting. Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 11-21.

Marni, L. (2020). Dampak kualitas sanitasi lingkungan Terhadap stunting. Jurnal Stamina, 3(12), 865-872.

Nasution, I. S., & Susilawati, S. (2022). Analisis faktor penyebab kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan. Florona: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(2), 82-87.

Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting pada anak: Penyebab dan faktor risiko stunting di Indonesia. Qawwam, 14(1), 19-28.

Norsanti, N. (2021). Efektivitas program percepatan penurunan stunting di Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan (studi kasus pada Desa Mampari dan Desa Banua Hanyar). Jurnal Administrasi Publik dan Pembangunan, 3(1), 10-21.

Novianti, R., Purnaweni, H., & Subowo, A. (2021). Peran posyandu untuk menangani stunting di Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Journal of Public Policy and Management Review, 10(3), 378-387.

Nurhidayah, I., Hidayati, N. O., & Nuraeni, A. (2019). Revitalisasi posyandu melalui pemberdayaan kader kesehatan. Media Karya Kesehatan, 2(2), 145-157.

Nursyamsiyah, N., Sobrie, Y., & Sakti, B. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(3), 611-622.

Putri, N. S., Purwati, R., & Yuliawati, E. (2023). Gambaran pengetahuan ibu tentang kartu menuju sehat balita di wilayah kerja puskesmas Sitiung Kabupaten Dharmasraya tahun 2023. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 6(2), 209-215.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225-229.

Riyadi, A., & Fitrianti, H. (2023). Konstruksi sosial masyarakat Desa Cranggang Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus tentang stunting. Komunitas, 14(1), 100-119.

Roberts, M., Tolar-Peterson, T., Reynolds, A., Wall, C., Reeder, N., & Rico Mendez, G. (2022). The effects of nutritional interventions on the cognitive development of preschool-age children: A systematic review. Nutrients, 14(3), 1-15.

Sakti, S. A. (2020). Pengaruh stunting pada tumbuh kembang anak periode golden age. Biormatika: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 6(1), 169-175.

Sriyanah, N., Efendi, S., Nurmaulida, N., Zulfadhilah, Z., & Rahmawati, R. (2021). Penyuluhan kesehatan cegah stunting dengan perbaikan pola makan, pola asuh dan sanitasi pada ibu hamil di UPT Puskesmas Antang. Idea Pengabdian Masyarakat, 1(2), 123-127.

Tan, C. K., & Nurul‐Asna, H. (2023). Serious games for environmental education. Integrative Conservation, 2(1), 19-42.

Uralovich, K. S., Toshmamatovich, T. U., Kubayevich, K. F., Sapaev, I. B., Saylaubaevna, S. S., Beknazarova, Z. F., & Khurramov, A. (2023). A primary factor in sustainable development and environmental sustainability is environmental education. Caspian Journal of Environmental Sciences, 21(4), 965-975.

Utami, R. A., Setiawan, A., & Fitriyani, P. (2019). Identifying causal risk factors for stunting in children under five years of age in South Jakarta, Indonesia. Enfermería Clínica, 29(2), 606-611.

Vizianti, L. (2022). Peran dan fungsi pos pelayanan terpadu (Posyandu) dalam pencegahan stunting di kota Medan. Warta Dharmawangsa, 16(3), 563-580.

Widayati, K., & Dewi, N. L. M. A. (2021). Determinant factor for stunting in toddler. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1), 9-16.

Wahyuningsih, H. P., Rahmawati, A., & Nurbeti, K. (2020). Influence stunting with children’s development of emotional behavior. Pakistan Journal of Medical and Health Sciences, 14(2), 1400-1404.

Yanti, E. M. (2023). Hubungan faktor ekonomi dan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Desa Kembang Kerang Daya. Journal Transformation of Mandalika, 4(8), 466-475.

Yenita, R. N., Thamrin, T., Amin, B., & Agrina, A. (2021). Identification and analysis of stunting risk factors in children under three years of age in the area of kampar watershed. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences (OAMJMS), 9(7), 149-157.

Published

2024-06-21

How to Cite

Putri, R. A., & Putri, J. N. (2024). Grak Ompimpah implementation for accelerating stunting reduction in Padasuka Village. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(1), 171-182. https://doi.org/10.17509/dedicated.v2i1.62228