Pemberian Makanan Tambahan (PMT) in Cikondang Village for stunting preventions
DOI:
https://doi.org/10.17509/dedicated.v2i1.62165Keywords:
Cikondang village, stunting, supplementary feeding programsAbstract
Stunting is a problem that causes toddlers to experience growth failure due to insufficient nutrient intake from pregnancy to the age of 24 months. Indonesia has shown a prevalence of stunting over the past decade, with recent efforts aiming to reduce it to 14% by 2024. This community service discusses various factors contributing to stunting and explores the implementation of Supplementary Feeding Programs (PMT) as a preventive measure. The study focuses on Desa Cikondang, where PMT was conducted to prevent stunting and educate the community on proper nutrition for toddlers. Through these community services, including planning, implementation, and evaluation, the study engaged with local stakeholders and observed significant results. The PMT initiative, featuring corn porridge and fruits like papaya and bananas, saw a notable increase in participation, indicating its effectiveness in preventing stunting. Despite coordination and resource allocation challenges, the community services demonstrated the importance of community involvement and targeted interventions in addressing stunting. The findings underscore the significance of early prevention efforts and community empowerment in combating stunting, with implications for similar initiatives across Indonesia.
Abstrak
Stunting merupakan masalah yang menyebabkan balita mengalami kegagalan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi sejak kehamilan hingga usia 24 bulan. Indonesia telah menunjukkan prevalensi stunting selama satu dekade terakhir, dengan upaya terbaru yang bertujuan untuk menurunkannya menjadi 14% pada tahun 2024. Pengabdian ini membahas berbagai faktor yang berkontribusi terhadap stunting dan mengeksplorasi penerapan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya pencegahan. Fokus kegiatan pengabdian di Desa Cikondang, di mana PMT dilakukan untuk mencegah stunting dan mengedukasi masyarakat mengenai gizi yang baik pada balita. Dalam pengabdian ini menggunakan tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, studi ini melibatkan pemangku kepentingan lokal dan memperoleh hasil yang signifikan. Inisiatif PMT, yang menampilkan bubur jagung dan buah-buahan seperti pepaya dan pisang, mengalami peningkatan partisipasi yang signifikan, yang menunjukkan efektivitasnya dalam mencegah stunting. Meskipun terdapat tantangan dalam koordinasi dan alokasi sumber daya, studi ini menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dan intervensi yang ditargetkan dalam mengatasi stunting. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan dini dan pemberdayaan masyarakat dalam memerangi stunting, yang mempunyai implikasi terhadap inisiatif serupa di seluruh Indonesia.
Kata Kunci: Desa Cikondang; stunting; pemberian makan tambahan
References
Amin, N. F., Sari, G. M., & Ningrum, A. G. (2024). The relationship of early providing MPASI and recurrent infectional diseases with stunting incidents in children aged 1-5 years in the Lawahing public health care working area. Jurnal Sosial dan Sains, 4(1), 45-53.
Barir, B., Murti, B., & Pamungkasari, E. P. (2019). The associations between exclusive breastfeeding, complementary feeding, and the risk of stunting in children under five years of age: A path analysis evidence from Jombang East Java. Journal of Maternal and Child Health, 4(6), 486-498.
Choudhary, M., Grover, K., & Singh, M. (2021). Maize significance in Indian food situation to mitigate malnutrition. Cereal Chemistry, 98(2), 212-221.
Doren, W. K., Regaletha, T. A., & Dodo, D. O. (2019). Evaluasi program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) terhadap status gizi buruk balita di Puskesmas Oepoi Kota Kupang. Lontar: Journal of Community Health, 1(3), 111-118.
Grujić, S., & Odžaković, B. (2021). Sweet bakery products for diabetic’s diet and analysis of risk associated with selected ingredients. Journal of Engineering and Processing Management, 13(2), 54-66.
Hasanah, R., Aryani, F., & Effendi, B. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting pada anak balita. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 1-6.
Ihromi, S., & Saputrayadi, A. (2020). Penyuluhan gizi dan pelatihan pengolahan produk berbasis jagung sebagai upaya meminimalisir stunting di Desa Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Masyarakat Mandiri (JIMM), 4(5), 806-817.
Ilmani, D. A., & Fikawati, S. (2023). Nutrition intake as a risk factor of stunting in children aged 25-30 months in Central Jakarta, Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(2), 117-126.
Karlina, D. (2020). Pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) pada balita gizi buruk. Higeia (Journal of Public Health Research and Development), 4(4), 712-721.
Komalasari, Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51-56.
Krisnana, I., & Widiani, N. M. (2020). Prenatal and postnatal factors related to the incidence of stunting in the coastal area Surabaya, Indonesia. Sri Lanka Journal of Child Health, 49(3), 223-229.
Langley‐Evans, S. C. (2022). Early life programming of health and disease: The long‐term consequences of obesity in pregnancy. Journal of Human Nutrition and Dietetics, 35(5), 816-832.
Lutter, C. K., Grummer-Strawn, L., & Rogers, L. (2021). Complementary feeding of infants and young children 6 to 23 months of age. Nutrition Reviews, 79(8), 825-846.
Mardiyana, E., Ambarwati, R., & Shifaza, F. (2022). The stunting scorecard for early prevention: Development and external validation of a novel tool for predicting stunting risk in children under 5 years of age. International Journal of Advanced Health Science and Technology, 2(3), 137-144.
Marshall, N. E., Abrams, B., Barbour, L. A., Catalano, P., Christian, P., Friedman, J. E., ... & Thornburg, K. L. (2022). The importance of nutrition in pregnancy and lactation: Lifelong consequences. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 226(5), 607-632.
Nursyamsyiah, Sobrie, Y., & Sakti, B. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(3), 611-622.
Putri, E. M. S., & Rahardjo, B. B. (2021). Program pemberian makanan tambahan pemulihan pada balita gizi kurang. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(3), 337-345.
Rohmah, L. (2020). Program pemberian makanan tambahan pada ibu hamil kekurangan energi kronis. Higeia (Journal of Public Health Research and Development), 4(4), 812-823.
Safitri, Y., Lail, N. H., & Indrayani, T. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di masa pandemi COVID-19 wilayah kerja Puskesmas Gunung Kaler Tangerang. Journal for Quality in Women’s Health, 4(1), 70-83.
Salamung, N., Haryanto, J., & Sustini, F. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan stunting pada saat ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Bondowoso. Jurnal Penelitian Kesehatan “Suara Forikes” (Journal of Health Research “Forikes Voice”), 10(4), 264-269.
Saleh, A., Syahrul, S., Hadju, V., Andriani, I., & Restika, I. (2021). Role of maternal in preventing stunting: A systematic review. Gaceta Sanitaria, 35, 576-582.
Setiowati, K. D., & Budiono, I. (2019). Perencanaan program pemberian makanan tambahan pemulihan untuk balita. Higeia (Journal of Public Health Research and Development), 3(1), 109-120.
Simamora, V., Santoso, S., & Setiyawati, N. (2019). Stunting and development of behavior. International Journal of Public Health Science, 8(4), 427-431.
Simanjuntak, M., Yuliati, L. N., Rizkillah, R., & Maulidina, A. (2022). Pengaruh inovasi edukasi gizi masyarakat berbasis social media marketing terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 15(2), 164-177.
Suarni, & Muh, Y. (2011). Jagung sebagai sumber pangan fungsional. Iptek, 6(1), 41-56.
Subardiah, I., Amatiria, G., & Lestari, Y. (2020). Dukungan kader dalam Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) terhadap berat badan balita Bawah Garis Merah (BGM). Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 15(2), 174-178.
Utami, S., Teguh Hudi, P., & Syahida, A. (2023). Analisis faktor yang mempengaruhi stunting di desa. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 1(1), 12-17.
Wardani, Z., Sukandar, D., Baliwati, Y. F., & Riyadi, H. (2021). Sebuah alternatif: Indeks stunting sebagai evaluasi kebijakan intervensi balita stunting di Indonesia. Gizi Indonesia, 44(1), 21-30.
Waroh, Y. K. (2019). Pemberian makanan tambahan sebagai upaya penanganan stunting pada balita di Indonesia. Jurnal Kebidanan, 11(1), 47-54.
Widayati, K., & Dewi, N. L. M. A. (2021). Determinant factor for stunting in toddler. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1), 9-16.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Eliza Natasya Putri, Fauziah Noer Islamiati, Prima Gunawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




