Stunting prevention through posyandu in Margaasih

Authors

  • Awalia Latifa Mayda Ikrimah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Aulia Rahmawati Universitas Pendidikan Indonesia
  • Farikha Diah Andini Hernowo Putri Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/dedicated.v2i1.62173

Keywords:

Community services, Posyandu, stunting

Abstract

There is still a stunting rate in Margaasih Village, so the village community is trying to reduce this rate with ongoing programs. The Posyandu program, one of the village health service programs running every month, seeks to reduce stunting rates. A team of Universitas Pendidikan Indonesia students conducted community service in Margaasih Village to help reduce stunting rates. One of the activities carried out by the service team is assisting ongoing village programs, namely the Posyandu program, counseling, and providing additional food. The team also implemented the program based on the results of surveys and problem identification carried out in Margaasih Village and assisted with PPosyandu activities in Margaasih Village, as well as providing additional food from processed catfish to help reduce stunting rates. The team also held counseling regarding complementary foods for breast milk with participant mothers who still have children aged infants to toddlers. It is hoped that this counseling can provide mothers with an understanding of what food preparations are suitable for babies and help reduce stunting rates.

 

Abstrak

Masih terdapat angka stunting di Desa Margaasih, sehingga masyarakat desa berupaya untuk menurunkan angka tersebut dengan program yang sedang berjalan. Program Posyandu sebagai salah satu program layanan kesehatan desa yang berjalan setiap bulannya berupaya dalam menurunkan angka stunting. Tim mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia melakukan pengabdian di Desa Margaasih untuk membantu mengurangi angka stunting. Kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian salah satunya adalah dengan membantu program desa yang sedang berjalan yaitu program Posyandu, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan. Tim juga melaksanakan program tersebut berdasarkan hasil survei dan identifikasi masalah yang telah dilakukan di Desa Margaasih dan membantu kegiatan posyandu di Desa Margaasih, serta memberikan makanan tambahan dari olahan ikan lele untuk membantu mengurangi angka stunting. Selain itu, tim juga mengadakan penyuluhan mengenai makanan pendamping asi dengan peserta ibu-ibu yang masih memiliki anak berusia bayi hingga balita. Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada ibu-ibu mengenai olahan makanan yang baik untuk bayi dan membantu menurunkan angka stunting.

Kata Kunci: Pengabdian masyarakat; posyandu; stunting 

References

Adepoju, A. A., & Allen, S. (2019). Malnutrition in developing countries: Nutrition disorders, a leading cause of ill health in the world today. Paediatrics and Child Health, 29(9), 394-400.

Akbar, R. R., Kartika, W., & Khairunnisa, M. (2023). The effect of stunting on child growth and development. Scientific Journal, 2(4), 153-160.

Astikasari, N. D. (2023). Posyandu cadres on capacity building: Prevent stunting by improving nutrition during the first 1000 days of life. Journal of Global Research in Public Health, 8(1), 145-150.

Atasasih, H. (2022). Sosialisasi “isi piringku” pada remaja putri sebagai upaya pencegahan stunting. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 116-121.

Bekele, T., Rahman, B., & Rawstorne, P. (2020). The effect of access to water, sanitation and handwashing facilities on child growth indicators: Evidence from the Ethiopia Demographic and Health Survey 2016. PLoS One, 15(9), 1-21.

Buchanan, D., Hargreaves, E., & Quick, L. (2023). Schools closed during the pandemic: Revelations about the well-being of ‘lower-attaining’primary-school children. Education, 51(7), 1077-1090.

Chainar, C., Purnama, D. T., Elyta, E., Apriyanto, D., & Marini, M. (2023). Sociocultural linkages as causes of stunting village in the community of Tanjung Village, Mempawah Hilir District, Mempawah District. International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science, 1(3), 321-331.

Hendrawati, L. D., Santoso, P., & Koesbardiati, T. (2023). Early marriage is one of the causes of stunting in Bondowoso Regency. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 25(2), 194-200.

Iskandar, I. (2017). Pengaruh pemberian makanan tambahan modifikasi terhadap status gizi balita. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2(2), 120-125.

Kusumawardani, D. A., & Luthfiyana, N. U. (2020). Child feeding practices and stunting: A case-control study in Jember Regency of Indonesia. Indian Journal of Public Health Research & Development, 11(6), 229-234.

Kwami, C. S., Godfrey, S., Gavilan, H., Lakhanpaul, M., & Parikh, P. (2019). Water, sanitation, and hygiene: Linkages with stunting in rural Ethiopia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(20), 1-21.

Leroy, J. L., & Frongillo, E. A. (2019). Perspective: What does stunting really mean? A critical review of the evidence. Advances in Nutrition, 10(2), 196-204.

Megawati, G., & Wiramihardja, S. (2019). Peningkatan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi dan mencegah stunting. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 8(3), 154-159.

Nasution, B., Zainudin, Z., & Jaya, A. (2022). Prevention of early stunting through family posyandu in Sape District, Bima Regency. Empiricism Journal, 3(2), 214-220.

Nguyen, P. H., Scott, S., Neupane, S., Tran, L. M., & Menon, P. (2019). Social, biological, and programmatic factors linking adolescent pregnancy and early childhood undernutrition: A path analysis of India's 2016 National Family and Health Survey. The Lancet Child & Adolescent Health, 3(7), 463-473.

Novianti, R., Purnaweni, H., & Subowo, A. (2021). Peran posyandu untuk menangani stunting di Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Journal of Public Policy and Management Review, 10(3), 378-387.

Nshimyiryo, A., Hedt-Gauthier, B., Mutaganzwa, C., Kirk, C. M., Beck, K., Ndayisaba, A., ... & El-Khatib, Z. (2019). Risk factors for stunting among children under five years: a cross-sectional population-based study in Rwanda using the 2015 Demographic and Health Survey. BMC public health, 19(1), 1-10.

Nurdin, S. S. I., Katili, D. N. O., & Ahmad, Z. F. (2019). Faktor ibu, pola asuh anak, dan MPASI terhadap kejadian stunting di kabupaten Gorontalo. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 3(2), 74-81.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225-229.

Rodiyah, I., Choiriyah, I. U., & Rustianingsih, E. (2023). Health literacy level of posyandu cadres in preventing stunting prevalence in Tambak Kalisogo Village. JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik), 11(2), 105-119.

Ruaida, N. (2018). Gerakan 1000 hari pertama kehidupan mencegah terjadinya stunting (gizi pendek) di Indonesia. Global Health Science, 3(2), 139-151.

Sacchi, C., Marino, C., Nosarti, C., Vieno, A., Visentin, S., & Simonelli, A. (2020). Association of intrauterine growth restriction and small for gestational age status with childhood cognitive outcomes: A systematic review and meta-analysis. JAMA pediatrics, 174(8), 772-781.

Scheffler, C., & Hermanussen, M. (2022). Stunting is the natural condition of human height. American Journal of Human Biology, 34(5), 1-13.

Simamora, V., Santoso, S., & Setiyawati, N. (2019). Stunting and development of behavior. International Journal of Public Health Science, 8(4), 427-431.

Simbolon, D., Asmawati, A., Bringwatty Batbual, B., Ludji, I. D. R., & Eliana, E. (2021). Peningkatan kemampuan kader kesehatan dalam deteksi stunting pada anak usia 6-24 bulan melalui pelatihan penggunaan meteran deteksi risiko stunting. Media Karya Kesehatan, 4(2), 194-205.

Sutarto, S. T. T., Mayasari, D., & Indriyani, R. (2018). Stunting, faktor resiko dan pencegahannya. Agromedicine Unila, 5(1), 540-545.

Vaivada, T., Akseer, N., Akseer, S., Somaskandan, A., Stefopulos, M., & Bhutta, Z. A. (2020). Stunting in childhood: an overview of global burden, trends, determinants, and drivers of decline. The American Journal of Clinical Nutrition, 112(2), 777-791

Yadika, A. D. N., Berawi, K. N., & Nasution, S. H. (2019). Pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar. Jurnal Majority, 8(2), 273-282.

Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. R. (2020). Faktor penyebab stunting pada anak: Tinjauan literatur. Real In Nursing Journal, 3(1), 1-10.

Yaya, S., Odusina, E. K., & Bishwajit, G. (2019). Prevalence of child marriage and its impact on fertility outcomes in 34 sub-Saharan African countries. BMC International Health and Human Rights, 19(1), 1-11.

Zogara, A. U., Loaloka, M. S., & Pantaleon, M. G. (2021). Faktor ibu dan waktu pemberian MPASI berhubungan dengan status gizi balita di Kabupaten Kupang. Journal of Nutrition College, 10(1), 55-61.

Published

2024-06-21

How to Cite

Ikrimah, A. L. M., Rahmawati, A., & Putri, F. D. A. H. (2024). Stunting prevention through posyandu in Margaasih. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(1), 87-96. https://doi.org/10.17509/dedicated.v2i1.62173