Ciherang Stunting Corner: A step to reduce the prevalence of stunting

Authors

  • Rio Mahesa Putra Universitas Pendidikan Indonesia
  • Fitriani Halimatus Sadiyyah Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/dedicated.v1i2.62468

Keywords:

Community Service Program, stunting, stunting corner

Abstract

Stunting is a serious global public health challenge and a major concern in Indonesia. Stunting refers to impaired child growth, primarily caused by nutritional deficiencies during early development. Data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia indicates that the prevalence of stunting in children in 2023 reached 21,6 percent, highlighting malnutrition in children as an urgent issue. Various approaches have been undertaken to address this problem, including the Ciherang Stunting Corner, which is the focus in the Ciherang Village, West Java. The method used in this study is quantitative, with a survey approach and data collection. This program emphasizes a community-based and holistic approach to stunting prevention. By involving the community in planning and implementing nutritional interventions, the program can provide solutions tailored to local needs while addressing sanitation and environmental aspects. Initial results show increased community awareness of nutrition and participation in child growth monitoring. Furthermore, the Community Service Learning (KKN) approach has helped to raise awareness about nutrition issues and gather crucial data to support stunting prevention efforts. Integrating the Ciherang Stunting Corner model with a significant reduction in stunting rates is a strategic step in addressing this issue in Indonesia, offering hope for a brighter future for the nation's next generation.

 

Abstrak

Masalah stunting merupakan tantangan serius dalam bidang kesehatan global dan juga menjadi perhatian utama di Indonesia. Stunting  merujuk pada kondisi pertumbuhan anak yang terhambat akibat kekurangan gizi pada masa perkembangan awal mereka. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada anak di tahun 2023 sebesar dua puluh satu koma enam persen, mengindikasikan bahwa masalah gizi buruk pada anak-anak masih menjadi masalah yang mendesak. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa pendekatan telah diambil, salah satunya adalah Ciherang Stunting Corner, yang menjadi fokus di Desa Ciherang, Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan pengumpulan data. Program ini menonjolkan pendekatan berbasis komunitas dan holistik dalam upaya pencegahan stunting. Dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi gizi, program ini mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan juga memperhatikan aspek-aspek sanitasi dan lingkungan. Hasil awal menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang gizi dan partisipasi dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Selain itu, pendekatan KKN telah membantu mensosialisasikan isu gizi dan mengumpulkan data penting untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Pengintegrasian model Ciherang Stunting Corner dengan penurunan angka stunting yang signifikan merupakan langkah strategis dalam mengatasi masalah ini di Indonesia, memberikan harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa ini.

Kata Kunci: KKN; Pojok Stunting; Stunting 

References

Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9

Amelia, R., Siana, Y., Ruhsyahadati, R., Puspita, D., Suryanis, I., Harun, H., & Pratama, Y. E. (2023). Edukasi manfaat probiotik susu kambing etawa dalam percepatan penurunan prevalensi stunting di Kota Padang Panjang. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(11), 4644-4654.

Astuti, Y., & Wahyuni, A. (2022). Pemberdayaan masyarakat dan kader kesehatan dalam upaya pencegahan stunting di Gamping. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(6), 4431-4438.

Arsyati, A. M. (2019). Pengaruh penyuluhan media audiovisual dalam pengetahuan pencegahan stunting pada ibu hamil di Desa Cibatok 2 Cibungbulang. Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2(3), 182-190.

Aurima, J., Susaldi, S., Agustina, N., Masturoh, A., Rahmawati, R., & Madhe, M. T. M. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(2), 43-48.

Bhutta, Z. A., Lassi, Z. S., Kurji, J., & Global Maternal, Newborn, and Child Health-2 Working Group. (2021). Prevention of stunting in children (0-59 months) in LMICs: The evidence summarized. Public Health Reviews, 42(1), 12.

Hartini, S., Alvita, G. W., Winarsih, B. D., & Faidah, N. (2021). Peningkatan pemahaman masyarakat pentingnya asi dan MPASI yang tepat dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari di Desa Cranggang. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 4(2), 123-135.

Hasanah, R., Aryani, F., & Effendi, B. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting pada anak balita. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 1-6.

Indriati, R., & Setiani, D. Y. (2022). Pemberian pemahaman mengenai pencegahan stunting pada anak di Desa Gentan Baki Sukoharjo. Abdimas Kosala: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 17-21.

Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51-56.

Kurdaningsih, S. V., Nuritasari, R. T., Sylvia, E., Rasyada, A., Muhlisin, M., Rosita, M., Purbayanti, A. (2023). Upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Karya Baru. Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis, 4(2), 29-34.

Kurniati, P. T. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita di Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Sintang tahun 2021. Jurnal Medika Usada, 5(1), 58-64.

Mayasari, E., Eka Sari, F., & Yulyani, V. (2022). Hubungan air dan sanitasi dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021. Indonesian Journal of Health and Medical, 2(1), 51-59.

Mitra, M., Rany, N. ., Yunita, J., & Nurlisis, N. (2022). Pelatihan kader dalam deteksi dini stunting dan pencegahan stunting melalui pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 4311–4318.

Neola, V. J., & Anita, A. (2022). Penatalaksanaan holistik pasien anak dengan asma bronkial melalui pendekatan kedokteran keluarga. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI), 3(1). 65-77.

Nugroho, M. R., Sasongko, R. N., & Kristiawan, M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak usia dini di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2269-2276.

Nursyamsiyah, N., Sobrie, Y., & Sakti, B. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(3), 611–622.

Pitoyo, A. J., Saputri, A., Agustina, R. E., & Handayani, T. (2022). Analysis of determinan of stunting prevalence among stunted toddlers in indonesia. Populasi, 30(1), 36-49.

Rohmah, M., Siwi, R. P. Y., & Mufida, R. T. (2022). Deteksi anemia dan penyakit infeksi sebagai upaya pencegahan stunting pada anak SD Bangsal 4. Journal of Community Engagement in Health, 5(1), 64-67.

Rahayu, R, M., Pamungkasari, E. P., & Wekadigawan, C. S. P. (2018). The biopsychosocial determinants of stunting and wasting in children aged 12-48 months. Journal of Maternal and Child Health, 3(2), 105-118.

Raihana, A. S., Kusuma, D. J., Nabela, A. T., Safitri, N. A., Hasanah, A. N., Jayanti, I., Nursahid, A. T., Wardani, P. K., Ayudianti, A. N., Aziza, R. N., Fitriana, T. R. Peningkatan kepedulian masyarakat sebagai upaya mewujudkan 2024 zero stunting di kelurahan Punggawan Kota Surakarta. Society: Jumal Pengabdian Masyarakat, 1(5), 258-263.

Rosyida, D. A. C. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun. Jurnal Antara Kebidanan, 5(4), 9-18.

Ruel, M. T., & Alderman, H. (2013). Nutrition-sensitive interventions and programmes: How can they help to accelerate progress in improving maternal and child nutrition?. The Lancet, 382(9891), 536-551.

Sinaga, R., Tampubolon, R., Dewi, R.K., Susanti, E.P., Andarina, Y., Sukriyah, S., & Nikmah, S. (2022). Penerapan program isi piringku untuk mencegah stunting pada balita di Puskesmas Kokonao Distrik Mimika Barat Kabupaten Mimika tahun 2022. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 20, 1-7.

Sukmawati, I., Supriadi, D., Srinayanti, Y., Marliani, H., & Sugiharti, D. N. (2020,). Effect of audiovisual on pregnant women knowledge of stunting. International Conference on Science, Health, Economics, Education and Technology, 1(1), 337-340.

Sumarno, T.I., & Syafiuddin, A. (2023). Analisis kualitas air sumur dan sarana sanitasi dengan kejadian stunting di Desa Lokus Stunting Kecamatan Driyorejo. Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 20–30.

Utario, Y., Misniarti dan Yanti S. (2023). Edukasi dengan media booklet meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan responsive feeding. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 6(1), 22-31.

Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J., França, G. V., Horton, S., Krasevec, J., ... & Rollins, N. C. (2016). Breastfeeding in the 21st century: Epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The Lancet, 387(10017), 475-490.

Widiyanto, A., Atmojo, J. T., & Darmayanti, A. T. (2019). Pengaruh faktor kerawanan pangan dan lingkungan terhadap stunting. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 61-66.

Widjayatri, R. D., Fitriani, Y., & Tristyanto, B. (2020). Sosialisasi pengaruh stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 16-27.

Published

2023-12-08

How to Cite

Putra, R. M., & Sadiyyah, F. H. (2023). Ciherang Stunting Corner: A step to reduce the prevalence of stunting. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(2), 335-348. https://doi.org/10.17509/dedicated.v1i2.62468